Pj Bupati Tegaskan Rastra Segera Disalurkan 

0
66

Bojonegoro,Sidik.co.id – Pj Bupati Bojonegoro, Dr. Supriyanto, SH MH, memberikan arahan untuk Kepala Desa, Perangkat Desa dan Anggota BPD di seluruh Kecamatan Sukosewu. Dalam kesempatan ini Pj menegaskan agar rastra segera didistribusikan kepada penerima (11/04/18) pagi

Pj menyampaikan Rastra kita belum disalurkan, harga beras juga menurun karena Bulog tidak membeli karena stok di gudang masih banyak.

Dengan tegas dirinya menginstruksikan agar OPD segera melakukan distribusi Rastra kepada penerim. Salah satu dampak turunnya harga beras, karena stok di gudang yang masih penuh. Sehingga Bulog tidak membeli beras milik petani, sehingga berdampak pada penurunan harga beras di pasaran.

Harus diingat mata rantai ini saling berkaitan dan akan membawa dampak . Ia berharap jangan sampai terjadi angka kemiskinan yang bertambah di Bojonegoro. Kepada camat, agar rastra segera didistribusikan karena beberapa bulan belum didistribusikan. 

” Bojonegoro itu masuk 15 kabupaten yang menjadi kantong kemiskinan di Jawa Timur. NTP kita juga menjadi hal yang menjadi perhatian serius pemerintah ” ucapnya .

Dalam kesempatan ini Pj Bupati Bojonegoro juga mengingatkan tentang Hoax , kita harus cerdas menyikapi setiap informasi yang ada baik di media sosial maupun yang berkembang ditengah masyarakat.

Masih menurut Pj Bupati Bojonegoro, Dr Supriyanto dihadapan perangkat desa menyampaikan tentang seruan netralitas PNS agar benar dijaga saat Pemilukada. Banyak kasus  orang yang kena pidana karena kasus pilkada.

Pj Bupati mengharapkab agar netralitas ASN ini benar benar dijaga jangan sampai ada terjerat pidana. Agar seluruh masyarakat menggunakan hak pilihnya sesuai dengan pilihan masing masing.

Supriyanto mengungkapkan bahwa dirinya sampai dengan dilaksanakannya pelantikan Bupati terpilih hasil Pemilihan. Data ekonomi kira pertumbukan ekonomi Bojonegoro di tahun  2013  di angka 5,3  dan 2016 menjadi 21,95 .

Data ekonomi memasukkan data migas maka angka kita naik, mengalami kenaikan yang signifikan. 

Mari kita semua mengkaji data non migas, 6.19 ditahun 2014, turun 5,7 ditahun 2015, 2016 menjadi 5,59 dan tahu! 2017 menjadi 5,07. Ini adalah bagaimana membangun perekonomian di Bojonegoro tanpa migas, penurunan ini harus dikaji. Karena migas itu tak selamanya ” ujarnya 

Dalam kesempatan tersebut Camat Kecamatan Sukosewu, M Yasir dalam laporannya menyampaikan Pembangunan di wilayahnya, pemdes adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung denga masyarakat. 

Kecamatan Sukosewu terdiri dari 14 desa 44 dusun 53 RW dan 301 RT, dengan jumlah penduduk 45.958 jiwa yang terbagi dalam 11.977 KK. Pemddes memegang peranan yang sangat strategis, semua bisa dilaksanakan dengan baik apabila didukung oleh kualitas SDM yang profesional dan mumpuni. 

2017 untuk meningkatkan pelayanan dilakukan pengisian perangkat desa, dari hasil tersebut hanya ada satu desa yang belum melakukan pelantikan. 161 orang jumlah perangkat desa di Sukosewu. 

Beberapa hal bidang pertanian, lahan pertanian adalah wilayah subur yang dilalui kali pacal, untuk.mengurangi serangan hama menggunakan cara alami dengan burung hantu, potensi kasur kapuk, kasur lantau dan wig, potensi lain adalah sektor home industri berupa olahan makanan ” Katanya.

wisata perahu yang ada di Desa Semawot, dan desa Kalicilik. Kebun jeruk di Semenkidul yang jika dikembangkan akan memberi nilai tambah masyarakat “imbuhnya.

Perlu diketahui di wilayah kecamatan Sukosewu diperkirakan masih terdapat 10O ribu orang yang belum memiliki E- KTP Untuk pelaksanaan pemilukada baik Bupati dan Gubernur tahun ini ( Lis/Red)