Puluhan Orang Dinyatakan Lulus Ujian Sertifikasi Migas

0
115

Bojonegoro,Sidik.co.id – 74 peserta Program Pendidikan dan Pelatihan Ketrampilan Industri Migas dinyatakan lulus ujian sertifikasi migas yang diadakan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Migas (PPSDM) bekerjasama dengan LSM LIMA 2B Bojonegoro, PT Pertamina EP Cepu (PEPC),  SKK MIGAS , dan Disperinaker Bojonegoro,(12/04/18)

Semula jumlah peserta sebanyak 75 orang, namun 1 orang peserta mengundurkan diri. Dari 74 peserta ini terdapat beberapa yang menunjukkan prestasi terbaik, yaitu:

Operator scaffolding

Peringkat 3:Ahmad Muslikin

Peringkat 2: Aris Wibowo

Peringkat 1: M.Mugiyono

Juru ikat beban(Rigger)

Peringkat 3: Saipul Rokhim

Peringkat 2: Suhariyono

Peringkat 1: M.Abdul Azis

Kesehatan dan Keselamatan Kerja(K3)

Peringkat 3: Lingga Arisa Pratama

Peringkat 2: Dianti

Peringkat 1: Agus Budianto

Sebelum acara kelulusan, PEPC mengawali dengan pemaparan Visi Misi PEPC yang disampaikan oleh PGA & Relation Manager, Kunadi. Selanjutnya dilakukan survey pemahaman visi misi kepada seluruh peserta dan ternyata lebih dari 70 % peserta dapat memahami visi misi PEPC dengan baik.

Kunadi dalam acara mengungkapkan rasa bangganya menjadi bagian dari program yang dilakukan bersama, berkolaborasi, bersinergi dengan masyarakat sekitar operasi untuk mendukung kelancaran pembangunan proyek JTB.

Kedepan bila sudah terjun ke lapangan pekerjaan, peserta diharapkan menjadi pribadi yang terampil, disiplin, dapat bekerjasama, tanggungjawab dan siap berkompetisi secara sehat.

Kunadi juga berharap kepada seluruh peserta dan masyarakat Bojonegoro bahwa proyek JTB yang dilaksanakan oleh Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekind), JGC Indonesia, JGC Corporation Jepang terlaksana tepat waktu sehingga dapat memenuhi kebutuhan gas untuk penyediaan listrik khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada tahun 2021.

Perwakilan SKKMIGAS Jabanusa Fatah Yasin, mendoakan agar peserta program dapat bekerja  dalam proyek industri migas. Disarankan  peserta mencari informasi seluas-luasnya untuk mendapatkan informasi kebutuhan tenaga kerja dalam proyek proyek yang dicanangkan pemerintah.

Agus Supriyanto, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro memberikan pedoman untuk mampu berkompetisi. Anggapan negatif selama ini dari orang jonegoro adalah pemalas, dan menjadi stigma di masyarakat sebaiknya dihilangkan. Terdapat tips dan trik, yaitu;

1. Bekerjalah dengan teliti, dengan cara menyeimbangkan antara cepat dan teliti, sehingga dapat membuat keputusan yang tepat.

2. Jalinlah komunikasi yang baik. Model mendikte, menggurui pasti akan membuat kinerja kita turun. 

3. Jika dapat kesempatan bekerja di JTB, jangan cepat puas. Carilah pengalaman sampai keluar daerah atau luar negeri. 

Dalam acara tersebut, Hank Subekti, Kepala Bidang Sarana dan Penyelenggara Diklat PPSDM mengatakan kesempatan yang ada mohon dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sudah semestinya para peserta program harus menjadi pribadi yang siap kerja. Tak lupa, Hank mengatakan ucapan terimakasihnya pada SKKMIGAS Jabanusa, PEPC yang telah mempercayakan kegiatan serupa, bekerjasama dengan PPSDM selama 3 kali. Diharapkannya para peserta yang lulus ujian sertifikasi menerapkan budaya _safety_ di lingkungan kerja manapun.

Mewakili para peserta program, Abdul Hadi dari Desa Gayam berharap program CSR tetap diadakan di masa mendatang agar masyarakat di sekitar proyek menjadi terampil dalam bidang industri migas.

Mulai tahun 2015, PEPC telah mengawali program serupa. Hingga saat ini, terdapat 270 orang yang telah lulus ujian sertifikasi melalui program yang diinisiasi oleh PEPC.Sebagian besar dari mereka telah mendapatkan pekerjaan. (Lis/Red)