Asosiasi Tenaga Kerja Oil Dan Gas Bojonegoro (Astek On GGO), Lakukan Demo, Menuntut Kemenkumham Mencabut Ijin LSM FKMB

0
243

Bojonegoro,(Sidik.co.id)–
Ratusan warga yang tergabung dalam Asosiasi Tenaga Kerja Oil dan Gas Bojonegoro, (Astek On GGO) hari ini menggelar aksi damai di dua titik yakni lapangan migas Kedung Keris, Blok Cepu, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Sabtu (09/02/19).
Kehadiran mereka menuntut beberapa poin salah satunya yaitu mendukung Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) beserta Maincont dan Subcont dalam pengerjaan proyek Blok Cepu, agar dapat menyerap tenaga kerja.

Koordinator lapangan M.Kamaludin dalam orasinya mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung K3S berserta Maincont dan Subcont dengan catatan masyarakat lokal harus dilibatkan penuh.
” Kami berharap agar pihak perusahaan harus melibatkan masyarakat lokal,dan dilibatkan secara penuh.”Ujarnya.
Mereka juga mendukung tegaknya Peraturan Daerah (Perda) Nomor : 23 tahun 2011 Kabupaten Bojonegoro tentang konten lokal. Mereka juga menolak campur tangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di luar masyarakatyang terdampak ring 1 di Blok Cepu.

“Kita mendukung tegaknya Perda Nomor: 23 tahun 2011, sebagai masyarakat lokal harus diutamakan,” ujarnya.

Mereka juga meminta Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) agar mencabut ijin pendirian LSM Forum Kedaulatan Masyarakat Bojonegoro (FKMB), karena dianggap tidak sesuai dengan nilai kemasyarakatan yang diperjuangkan masyarakat lokal Bojonegoro.

“Dan kami menolak campur tangan lembaga yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Kedatangan mereka juga membawa poster dengan berbagai tulisan, salah satunya dalam tulisan tersebut berbunyi ” Kami anti LSM Bodrex”.

Sementara itu, Kabag Perundang-Undangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Teguh Wibowo, yang menemui mereka, menyampaikan, bahwa untuk seluruh anspirasi para demonstran akan dicatat serta disampaikan kepada pimpinan.

” Aspirasi saudara- saudara sudah kami catat dan nantinya akan kami sampaikan kepada pimpinan kami.” Pungkasnya.(Sus/red)