Kecamatan Ngasem Giat Untuk Membangun Destinasi Wisata

0
62

Bojonegoro,Sidik.co.id-Kegiatan untuk Destinasi wilayah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro mulai bersolek,hal tersebut mengacu Permendagri no.83/2014. Dan Perpres no.98/2014 , tentang perizinan untuk usaha mikro dan kecil.
Hal tersebut diungkapkan oleh Camat Ngasem M. Machudin, AP.MM.

Lebih jauh mantan Camat Sumberrejo tersebut menambahkan jika yang ada sekarang ini tepatnya disekitar area Kantor Kecamatan biar dimanfaatkan untuk hiburan dan mencari inspirasi yang positive, untuk bagi penghobi memancing, di situpun sudah disediakan.Karena kolam tersebut mampu melindungi sumber air disekitar Kantor Kecamatan, disaat musim kemarau.

” Jadi yang ada sekarang biar dimanfaatkan oleh warga masyarakat yang ingin melaksanakan rekreasi bersama keluarga.” Ujar Mas Udin panggilan akrabnya.

Ia menuturkan bahwa untuk Desa Ngasem sekarang ini BUM-Desnya telah konsen dalam pengembangan penanaman jenis tanaman kayu putih, bekerja sama dengan BKPH Tengger, dan BKPH Clangap, KPH Bojonegoro.

Mereka juga giat menggali potensi, termasuk pengembangan Destinasi Wisata, rencananya adalah membuat kebun petik. Namun hal tersebut belum terjalin kesepakatan, karena harus ada 3 unsur, yakni Perhutani, Dispar dan LMDH.

“Kalau untuk tanaman jeruk di Desa Wadang, baru sebatas beberapa Kg dalam produksi, dan untuk pencapaian itu semua butuh pihak ke 3 yakni Investor.” Tambahnya.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai ajudan Bupati Atlan itu juga mengungkapkan bahwa Pendapa Kecamatan yang lama itu kini dipakai kegiatan sosial atau refreshing,namun Dirinya menyesalkan jika ada masyarakat yang menggunakan kesempatan untuk berbisnis,pihaknya tidak memperbolehkan, karena semua itu menjaga suara sumbang.

“Semula di Pendopo lama digunakan oleh Ibu – Ibu, untuk kegiatan senam ujung ujungnya dipakai jualan barang, akhirnya saya hentikan saja. Mumpung belum muncul cerita, termasuk pemanfaatan kolam/embung, juga taman Demang Kusumo Yudha, disilahkan,di manfaatkan untuk hal positive. Termasuk, kewenangan pengelolaan UMK juga belum sampai ke tingkat Kecamatan.” Tambahnya.
Saat disinggung pemberian nama Demang Kusumo Yudha. Mas Udin menceritakan bahwa menurut legenda, di Bawah pernah ditempati oleh seorang Demang yang juga kembang perang, (ahli perang, misal kembang/Desa Desa, berarti bunga desa), yang cumondhok (Bertempat/ redaksi) di Pak Asem (sekarang disebut Ngasem), maka arah Tugu Potlot (pencil) prapatan perkotaan Ngasem di beri nama Jl. Demang Kusumo Yudha.

” Ngasem ini masih menyimpan beberapa legenda yang masih perlu digali untuk sejarah bagi anak cucu kita nanti.” Pungkas Camat Ngasem yang didampingi
Kasi Pelayanan Pianto,,SH. Kasi Trantib Kasban, SH. dan Anggota Satpol, (eko/red)