PDAM Kabupaten Bojonegoro, Setiap Tahun, Akan Selalu Menambah Jaringan

0
51

Bojonegoro,Sidik.co.id– Sebagai Badan Usaha Miik Daerah, Perusahaan Air Minum Daerah, (PDAM) Kabupaten Bojonegro selalu berusaha memanjakan pelangganya salah satunya yaitu setiap tahun perusahaan tersebut selalu menambah jaringan untuk pelanggan baru.

Direktur PDAM Bojonegoro, H. Moh Hanan, S.Sos, yang di dampingi bagian Humas dan pelanggan, Joko, SE. Menyampaikan bahwa,
Untuk tahun 2019 ,tambahan jaringan untuk 3165, dan pada tahun 2018 target 3000, per tahun telah memenuhi target.
” Setiap tahun PDAM selalu menambah jaringan, sekarang sudah 14 Kecamatan sudah terlayani. Sedangkan untuk Pos induk Ngringinrejo ,dari hasil rapat dengan Balai Besar, sudah bisa dimulai operasionalnya kisaran Bulan Agustus-September 2019. Jangkauan wilayah Kalitidu plus ke timur Kecamatan Dander yakni Desa,Ngulanan dan Desa Ngablak akan selesai.” Tegasnya.

Lebih jauh Hanan mengatakan bahwa untuk mengembangkan inovasi hingga masuk ranking 9 dari 10 besar untuk tingkat,Provinsi jawa timur dari 38 Kabupaten/Kota. Menurut Hanan harus rajin untuk mencari lobby di tingkat pusat maupun tingkat 1. Seperti halnya pengolahan di Ngringinrejo itu bantuan dari Negara Hungaria (Eropa), yang disebut sumber pendanaan dari PU PRP. Sedangkan untuk instalasi hingga Desa Dolog Gede, Kecamatan Tambakrejo, sumber pendanaan dari PU.PR, Tingkat I Provinsi Jawa Timur.

“Kerja kami tidak cukup menanti instruksi, tetapi kita harus rajin, membaca dan mendengar lalu melakukan lobby.” Tambah Direktur yang menduduki jabatan tersebut pada Bulan Februari 2018, itu.

Sedangkan untuk program PDAM Bojonegoro ke depan menurut Direktur yang mengawali dari nol di PDAM tersebut akan fokus untuk wilayah Bojonegoro tenggara, yakni Kecamatan Sugihwaras dan Kecamatan Kedungadem, karena menurut Hanan bahwa di saat musim kemarau di dua Kecamatan tersebut rawan air bersih.
“Nantinya di ambilkan dari sumber air Jonopuro, dan Temayang, yakni air baku juga dari waduk Pacal.” Tambahnya.
Untuk itu tambah Hanan, pihaknya akan menggunakan pipa jenis HDP. Sebab kalau besi bisa gampang berkarat, keropos, pecah, sedangkan pipa jenis PVC bisa mudah pecah jikalau atasnya terlewati kendaraan berat.
“Pokoknya sesuai tuntutan zaman. Intinya, namanya perusahaan wajib bisa untung. Dengan konsep melalui peningkatan produksi, penambahan jaringan untuk diperluas, marketing ditingkatkan.” Imbuhya.

Saat disinggung sisi pendapatan, menurut pria yang menjadi pegawai PDAM pada Tahun 1986 itu mengatakan bahwa BUMD PDAM berdiri sejak lama , dengan memiliki 3 Kementrian, yakni PU dan Keuangan serta Menteri dalam Negeri, untuk proyek itu Menteri Pekerjaan Umum, untuk Audit menteri Keuangan dan Administrasi Menteri Dalam Negeri. Dan keberadaan PDAM lebih dulu dibanding BUMD yang lain.

Sedangkan saat disinggung terkait kontribusi untuk PAD.
Dengan tegas Hanan mengatakan bahwa untuk saat ini PDAM hingga belum memberikan kontribusi Tunai untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Memang ada aturan main yang di jalankan yakni, sebelum memenuhi pemasangan untuk 80 wilayah di dalam Kabupaten, maka belum berkewajiban memberikan kontribusi untuk PAD. Dan untuk Kabupaten Bojonegoro terpasang jaringan baru 50%, dari luas wilayah. Maka belum berkewajiban untuk dijadikan bagian sumber PAD, karena dari SHU dan lobby adalah untuk pengembangan jaringan.
“Namun untuk kesejahteraan karyawan sudah memenuhi sesuai UMK serta jaspro.Memang beda,BUMD PDAM dengan BUMD lainnya. Dengan pegawai tetap sebanyak 130 belum termasuk tenaga freeline, tersebar di 14 Kecamatan, kisaran 3-7 termasuk operatornya.” Tegasnya.

Perlu di ketahui bahwa pada Tahun 2019, pemasangan baru kisaran dengan tarif Rp.1.180.000,- (standart kota), kalau pada tahun 2018, yakni Rp. 1.030.000, untuk jalur pemasangan Kecamatan Kepohbaru terhubung mulai Kecamatan Baureno, muara dari Desa Piyak, Kecamatan Kanor.

Media ini saat menyinggung PDAM akan memproduksi air kemasan Mineral, Hanan langsung menjawab bahwa gagasan itu ada, tetapi baru sebatas angan, dan rencana.
” Seandainya terealisasi, kita akan mengambil dan mengolah di Desa Kunci, Kecamatan Dander, dan Desa Bubulan, Kecamatan Bubulan, kenapa harus di dekat lokasi karena disamping kompetitif, juga menjaga mutu. Dengan semboyan, 4 K, yakni Kwalitas, Kwantitas, kontinyunitas, dan Kapasitas jangkauan.” Pungkasnya.(eko/red)