Mengawal Kotak Suara Hingga Ke TPS,  Anggota  Polres Bojonegoro Harus Berjibaku Menghadapi Medan Yang Sulit

0
131
Reporter : Eko Purnomo Bojonegoro, Sidik.co.id – Sebuah cerita perjuangan mengawal kotak suara hingga ke TPS dengan medan yang sangat sulit rupanya bukan hanya dari wilayah diluar jawa saja, namun di Bojonegoro juga memiliki cerita tersendiri yang tidak kalah dari sebuah daerah di pedalam diluar pulau jawa yaitu ketika para anggota Polres Bojonegoro yang harus mengawal kotak suara Pemilu yang mulai didistribusikan menuju TPS yang memiliki medan sulit pada hari Selasa (16/04/2019). Cerita perjuangan yang pertama datang dari TPS di Desa Nglampin Kecamatan Ngambon, dimana petugas pengamanan Aiptu Dasim saat menuju  TPS 8 dan TPS 9 Dukuh Mundu dan Dukuh  Gondang, Desa Nglampin Kecamatan Ngambon dan Aiptu Kurniyanto menuju TPS 10 dan 11 Dusun Tamberan, Desa Nglampin Kecamatan Ngambon, harus berjibaku dengan medan yang tidak mudah dilalui hingga sampai ke lokasi TPS.
Dengan jarak tempuh ± 20 – 25 Km dari Kecamatan Ngambon dan 1,5 Jam kedua anggota dari Polsek Ngambon tersebut harus tetap melaksanakan tugas mengawal kotak suara hingga sampai di tujuan TPS dalam keadaan aman dan tetap utuh.  Sedangkan  medan yang harus dilalui yaitu melewati jalan setapak yang hanya bisa dilalui oleh mobil double gardan. Tidak hanya itu saja, terkadang juga anggota yang mengawal harus bergantian untuk mencangkul tanah jalan agar jalan rata dan mulus.
“Lokasi TPS tersebut hampir berdekatan dengan Desa Bobol Kecamatan Sekar”, terang Kapolsek Ngambon AKP Supriyono, yang ikut serta mengantarkan kotak suara yang didampingi oleh Kanit Reskrim Bripka Datera dan Kanit Intel Bripka Andy Kurnia Lain dengan cerita Bripka Abdul Muchib dan Brigpol Arwendho Pramughita saat mengawal kotak suara menuju TPS 1 Dusun Bunten Desa Tondomulo Kecamatan Kedungadem, harus ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda 2 hingga sampai dilokasi.
Dengan jarak 15 Km dan 2 jam 20 menit dari Kecamatan Kedungadem, kedua anggota dari Polsek Kedungadem dan Polres Bojonegoro tersebut terkadang harus bahu membahu dengan sesama rekan yang mengawal kotak suara saat melewati jalan tanjakan dan medan jalan yang rusak dan sangat becek dengan cara mendorong motor dari belakang agar bisa melewati medan jalan tersebut.
“Sudah menjadi cerita yang sangat mengesankan saat harus mengawal kotak suara ke wilayah tersebut setiap ada proses pemungutan suara, baik Pemilu maupun Pemilukada”, ucap Kapolsek Kedungadem AKP Agus El Fauzy saat dimintai keterangan oleh awak media.(Eko)