SMAN Model Terpadu Adakan Baksos 

Bojonegoro, Sidik.co.id – Kegiatan Extrakulikuler di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Model Terpadu, Kabupaten Bojonegoro, yang disebut dengan Kompas Smartergo melaksanakan bakti sosial (Baksos). Bersih Sungai di Kawasan kali Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jum’at (24/11/17).

Di kawasan sungai Desa Wedi tersebut banyak sampah yang mengotori aliran sungai. Kegiatan tersebut diikuti 10 anggota Kompas, hadir pula Kepala dusun setempat (Subkhan). dimulai dari jam 15.00 wib sampai jam 16.30 wib. Kegiatan ini dilaksanakan secara spontanitas oleh anggota Kompas Smartergo.

Edo selaku Ketua Kompas Smartergo mengatakan, kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka aplikasi materi dan penanaman rasa cinta lingkungan pada anggota kami. Dan kami siap pada saat alam membutuhkan sentuhan kami.

“Kalau bukan kami generasi muda siapa lagi, kami akan terus berkarya dan memberi manfaat pada sesama baik manusia maupun alam di sekitar kami”, jelas Edo.

Inasa Korlap kegiatan Kompas Smartergo menambahkan, kita harus mengubah cara pandang kita yang lama. Kita harus merawat dan menjaga sungai, agar sungai tetap bersih biar aliran sungai tetap lancar dan bisa meminimalisir terjadinya banjir.

“Kita harus merawat dan menjaga sungai, agar sungai tetap bersih biar aliran sungai tetap lancar. Dan dapat meminimalisir terjadinya banjir juga dapat mempercantik pemandangan sungai”, kata Dia.

Kompas berharap nantinya bisa bersinergi dengan masyarakat yang tinggal di kawasan sungai dari hulu sampai hillir. Selain itu Kompas juga mendukung program cinta lingkungan, salah satu program fokus dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tentang, memaksimalkan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia, diawali dari Kabupaten Bojonegoro.

Samsul pembina Kompas Smartergo SMAN Terpadu menjelaskan, Kita ajarkan pada anak sekolah agar belajar mencintai alam. Membangun budaya, karakter masyarakat dan komitmen para generasi muda hingga sampai Undang – Undang yang berlaku.

“Kita ajari anak sekolah agar mereka mencintai alam, kita juga ajari mereka untuk membangun budaya, karakter masyarakat dan komitmen para generasi muda hingga sampai Undang – Undang yang berlaku”, tutur Samsul.

Samsul menambahkan, “Dalam memberikan pembelajaran yang secara maksimal tidak hanya di kelas, namun anak juga perlu kita kenalkan langsung aplikasi ke lapangan tentunya dengan bekal pengetahuan yang cukup. Sehingga nantinya karakter positif akan terbentuk secara utuh dan tertanam di hati mereka. pada akhirnya itu nanti yang akan selalu membuat mereka peka dengan permasalahan yang ada di lingkungan kita”, pungkasnya. (Agus/red).smm маркетингещикостюм адидас женскийпоисковая раскрутка сайтов