Jaksa Penuntut Umum Tuntut Delapan Tahun penjara Pemilik Narkotika

0
134

Bojonegoro, Sidik.co.id.

Sempat tertunda dua kali sidang, hari ini Senin 19 Februari 2018 sidang kasus kepemilikan narkotika digelar kembali di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sidang kali ini dengan agenda mendengar pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada ketiga terdakwa.

Ketiga terdakwa tersebut diantanya, IH (wanita) warga Desa Tulungrejo, RT1/1 Kecamatan Trucuk. SR (wanita) warga Desa Ledok Wetan. FF (pria) warga Desa Seduri RT 3/5 Kecamatan Mojosari, Kabuapaten Mojokerto.

Suhardono, SH, selaku JPU dalam tuntutannya menuntut para terdakwa dengan hukuman kurangan penjara selama 8 tahun, tuntutan tersebut dibacakan Suhardono, SH, dihadapan Ketua Majelis Hakim Pransis Sinaga, SH. MH.

Mendengar tuntutan dari JPU yang terlalu tinggi kedua wanita terdakwa itu menangis di persidangan tersebut. Mempertimbangkan tuntuan JPU tersebut akhirnya Ketua Mejelis Hakim meminta waktu skores sebentar. Setalah beberapa waktu akhirnya sidang dibuka kembali, kali ini Ketua Majelis Hakim Pransis Sinaga, SH. MH menunda putusan hingga kamis 22 Februari 2018 mendatang.

Sementara itu Dr. Tri Astuti Handayani, SH, M.Hum, selaku Penasehat Hukum terdakwa dan juga menjabat Warek (wakil rektor) II Unigoro seusai persidangan menjelaskan, bahwa mereka memiliki narkotika tersebut untuk dipakai sendiri.

“Dalam perkara ini kan bb-nya seberat 0,417 gram, otomatis dalam hal ini terdakwa harus dilihat apakah di persidangan itu memang terbukti dia pengedar. Karena belum diedarkan dan itu tujuannya untuk dipakai sendiri, otomatis kami lawyer mohon para terdakwa dituntut hukuman seringan ringannya dan terdakwa menyesali atas perbuatannya,” kata Tri Astuti Handayani.

“Para terdakwa tidak ingin mengulangi lagi perbuatannya, dan mereka juga masih muda dengan pertimbangan hal tersebut kami lawyer berharap agar Majelis Hakim meringankan hukuman para terdakwa,” pungkas Tri Astuti Handayani. (Agus/red).как создатьКлиникикаталоговсообщение