Majelis Hakim Vonis Kades Mustaqim 2 Bulan Penjara

0
115

Bojonegoro,Sidik.co.id – Pengadilan Negeri Kabupaten Bojonegoro, kembali menggelar sidang lanjutan atas dugaan pencurian pipa gas dengan terdakwa Mustakim, Kades Kedungrejo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro Bertempat di ruang sidang Kartika (05/07/18)

Sidang yang dipimpin oleh majelis Hakim Prancis Sinaga tersebut dimulai dari agenda mendengarkan keterangan para saksi, dan mendengarkan keterangan penuntut umum.

Humas Pengadilan Negeri Kabupaten Bojonegoro Isdaryanto menuturkan bahwa saat persidangan Penuntut umum menyambaikan karena Pertamina selaku korban telah mencabut laporannya, sehingga tidak bersedia untuk hadir dipersidangan.

“Atas persetujuan terdakwa, keterangan saksi tersebut dibacakan sesuai berita acara penyidikan dan terdakwa membenarkan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa yang intinya terdakwa membenarkan dan tidak membantah sekaligus dilakukan penuntutan hari ini,” ucapnya .

Kepada awak media Isdaryanto, menyatakan bahwa dalam sidang kasus perkara tersebut .Penuntut Umum, menuntut terdakwa dengan pidana tiga bulan tahanan serta mengembalikan semua barang bukti kepada Pertamina.

Adapun dari pembelaan terdakwa Mustakim, ia meminta keringan hukuman, hal ini dikarenakan terdakwa Mustakim telah bersepakat dengan korban serta korban sudah mencabut laporannya.

“Untuk putusan Amarnya seperti tadi, yakni diputuskan bersalah karena telah melakukan pencurian dan divonis hukuman dua bulan penjara,serta barang bukti harus dikembalikan dan biaya perkara sebesar Rp5 ribu,” ujarnya.

Seperti yang termuat dalam putusan Majelis dalam memutuskan perkara ini, lanjutnya, disandarkan pada keadaan-keadaan yang memberatkan dan meringankan pada diri terdakwa. Keadaan yang memberatkan diantaranya adalah perbuatan terdakwa itu tidak memberikan sauri tauladan kepada masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum, selain itu terdakwa telah tidak mentaati penetapan Pengadilan dengan jenis tahanan rumah.

“Kemudian yang meringankan terdakwa adalah terdakwa mengaku bersalah, menyesali perbuatannya, kemudian terdakwa merupakan tulang punggung keluarga dan terdakwa belum pernah dijatuhi pidana, antara Pertamina dan terdakwa telah mencapai perdamaian dan mencabut laporan perkaranya,” tambahnya.(ex/red)