Malam Inagurasi Sebagai Acara Puncak Kegiatan Taruna Satlak Hiu Latsitardanus XXXIX/2019 Bojonegoro

Bojonegoro, Sidik.co.id – Dipenghujung kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XXXIX/2019 Bojonegoro, Taruna Satlak Hiu bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bojonegoro menggelar Malam Inagurasi, dilapangan SMPN 1 Bubulan, Desa/Kecamatan Bubulan, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (11/04/2019) malam. Acara dimeriahkan dengan penampilan berbagai kesenian, diantaranya penampilan tarian khas dari Bojonegoro yakni Tari Tengul dari Sanggar Tari Angling Dharmo Bojonegoro, Campursari Tombo Ati Bojonegoro, Band Taruna dan penampilan kocak dari pelawak terkenal dari Bojonegoro yaitu Gento Cs. Wakil Bupati Bojonegoro Drs. Budi Irawanto, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan fisik dan non fisik dalam Latsitardanus XXXIX/2019 diwilayah Bojonegoro. Sehingga program latihan dapat terlaksana dengan lancar. “Kepada Taruna dan Taruni saya berpesan agar kelak dapat tetap menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas dalam melaksanakan tugas kedinasan dimasa yang akan datang,” ujarnya. Sementara itu, Komandan Satlak Hiu Letkol Laut (T) Andry Kuswoyo, S.T., M.Tr (Hanla) mengatakan selama 12 hari kegiatan Latsitardanus XXXIX/2019 di wilayah Kecamatan Bubulan berjalan lancar, dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang luar biasa. Hal ini berkat bantuan, kerjasama dan perhatian seluruh masyarakat Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro beserta jajarannya. “Apresiasi dan penghargaan yang tinggi dari pemimpin kami. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bojonegoro,” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari masyarakat Bubulan, Nurhadi (65), berkesan terkait keberadaan para Taruna di Kecamatan Bubulan. Menurutnya, Dia merasa adem dan panas. Merasa adem karena hatinya sangat sejuk, semranak, tidak stress karena ditungguin para Taruna selama 12 hari telah mengabdikan diri dengan bhakti sosial dan karya bhakti kepada masyarakat Bubulan dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Sedangkan merasa panas, karena dia merasa belum bisa memberikan apa-apa untuk membalas budi para Taruna selama mengabdi di Bubulan. “Saya seumur hidup di Bubulan baru kali ini desa kami dikunjungi adik-adik Taruna calon pemimpin bangsa,” ucapnya. Tokoh masyarakat Bubulan ini juga memberi nama Monumen Tugu Integrasi Taruna Satlak Hiu dengan sebutan Tugu Selokerto. Selo artinya batu, sedangkan Kerto artinya jauh dari ancaman. “Jadi dengan berdirinya Tugu Selokerto ini menandakan bahwa Kecamatan Bubulan agar dijauhkan dari malapetaka, dijauhkan dari bencana, diberikan amanah menjadi masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila,” tutupnya. Pada acara tersebut juga dilaksanakan pemberian cinderamata dari Taruna kepada pejabat Kabupaten Bojonegoro, serta cinderamata dari Dansatlak Hiu berupa miniatur KRI Bima Suci kepada pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang diterima oleh Wakil Bupati Bojonegoro. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bojonegoro Drs. Budi Irawanto, M.Pd, Sekda Bojonegoro Yayan Rohman, Dansatlak Hiu Letkol Laut (T) Andry Kuswoyo, S.T., M.Tr (Hanla), Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto, S.Sos., M.I.Pol., para Kepala SKPD, Camat Bubulan Agus S. Hardiyanto, S.STP., M.M., para Kepala se- Kecamatan Bubulan, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. (Sus)