Penambangan Ilegal dilahan CV Adhidjojo Dihentikan Paksa

0
13

Kediri, Sidik.co.id -Pemilik ijin resmi CV. Adhidjojo merasa dirugikan akibat penambangan liar yang dilakukan oleh pihak lain.Dari kegiatan tersebut akibatnya pihak CV. Adhidjojo merugi hingga puluhan juta rupiah.

Pemilik sah dari usaha tersebut Moh.Khabibi melalui kuasa Hukumnya Imam Mohklas dkk menuturkan, kejadian berawal saat pertama kali BS mau menggali dilahan milik CV. Adhidjojo.

Saat itu direksi tidak memperbolehkan menggali dan menanyakan siapa yang akan bertanggungjawab.

“Kemudian BS membuat Surat penyataan berisi siap bertanggungjawab penuh, terhadap aktivitas penambangan liar yang dioperasikannya, “jelasnya, Jumat (12/7).

Masih kata Iman Mohklas, Sesuai surat pernyataan yang dibuat BS sebagai pelaku penambangan liar dilahan milik CV. Adhidjojo sudah melakukan penggalian mulai tanggal 8 Juli 2019 dengan membawa 2 bego untuk menggali dilahan milik CV. Adhidjojo yang secara sah memiliki legalitas.

CV Adhidjojo sendiri sudah beberapa kali memberikan peringatan terhadap aktivitas liar tersebut namun tidak digubris. Akibat dari penambangan ilegal tersebut pihak kami merugi hingga puluhan juta rupaih.

“Permasalahan ini sebenarnya sudah dilaporkan kepada pihak berwajib namum masih belum mendapatkan respon sesuai yang diharapkan. Sehingga pihak CV. Adhidjojo melakukan tindakan pengusiran terhadap eskavator yang beroperasi secara ilegal didalam tambang, “tegas Iman Mohklas.

Iman Mohklas juga menegaskan, sesuai dengan keputusan Gubenur nomor P2T/61/15.02/VII/2017, tentang usaha pertambangan (IUP) operasi produksi milik CV. Adhidjojo, dimana wilayah usaha pertambangan ini milik kami ada dugaan keras melakukan penambangan ilegal. Dimana pihak yang melakukan penambangan secara ilegal berinisial BS, dan sudah melakukan penghentian agar usaha penambangan itu dihentikan.

“Namun disayangkan, dari hasil temuan dilapangan ada dugaan keras oknum perangkat didesa tersebut membekingi usaha penambangan ilegal tersebut, “papar Imam Mohklas.

Lebih lanjut Kami juga meminta untuk dua alat eskafator keluar dari wilayah tambang dan kami tidak menghendaki bagi pihak pihak yang tidak memiliki ijin melakukan penambangan diwilayah milik CV. Adhidjojo.

“Sebenarnya Kedua belah pihak tadi juga dilakukan mediasi di Polres Kediri, akan tetapi dari hasil mediasi belum mendapatkan hasil yang diharapkan, “ungkap Imam Mohklas

Merasa aksi penyerobotan ini dikhawatirkan terus berkelanjutan dan mengganggu aktivitas penambangan CV. Adhidjojo akan melakukan laporan ke POLDA Jatim dalam waktu dekat ini agar segera terselesaikan dan klienya bisa melakukan kegiatan tersebut tanpa ada pihak lain.(sis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here