GUNUNGSITOLI, SIDIK.CO.ID- Masyarakat di Kepulauan Nias mengeluhkan mahalnya harga tiket kapal laut dari Pelabuhan Gunungsitoli–Sibolga dan sebaliknya.

Sejumlah kalangan masyarakat meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meninjau ulang harga tiket kapal laut dimaksud sehingga tidak memberatkan terutama masyarakat kecil.


Dr Parlindungan Purba MM salah seorang tokoh masyarakat Sumut kepada wartawan baru baru ini mengaku prihatin dengan harga tiket kapal laut Nias-Sibolga yang mahal, sehingga cukup menyusahkan masyarakat Nias dalam setahun terakhir.

Parlindungan Purba mengungkapkan, dia banyak menerima keluhan masyarakat, setahun lalu harga tiket sangat terjangkau, dikisaran Rp65 ribu untuk satu orang penumpang, namun kini mencapai Rp130 ribu.

Dia mengatakan hal ini kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil. Setiap hari ribuan masyarakat bepergian menggunakan jasa transportasi laut dari Nias ke Sibolga dan sebaliknya dalam berbagai urusan, sehingga perputaran uang masyarakat tidak mendukung perekonomian di Nias.

“Banyak juga diantara penumpang merupakan pedagang kecil dan warga miskin yang mengeluh harga tiket. Kita sangat prihatin,” jelasnya.

Dirinya pun mengatakan jika hal itu tidak boleh berlanjut dalam waktu yang lama. Parlindungan meminta pemerintah meninjau penetapan tarif penyeberangan Nias/Gunungsitoli-Sibolga.

Menurut Parlindungan, selain menekan pengeluaran masyarakat, penurunan tarif dikatakan akan merangsang pertumbuhan ekonomi Kepulauan Nias dan akan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Sementara, Kepala Kesyahbandaran Otorita Pelabuhan (KSOP) Gunungsitoli, Cakra Andreas Situmeang dikonfirmasi wartawan mengatakan, tarif jasa penyeberangan ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumut, sementara KSOP merupakan penegak aturan di pelabuhan.

Secara terpisah Kadis Perhubungan Kota Gunungsitoli, Mesoniman Lahagu yang diminta tanggapnnya, Kamis (8/2) membenarkan banyaknya keluhan masyarakat terkait naiknya harga tiket kapal penyeberangan dari Pelabuhan Gunungsitoli -Sibolga sebaliknya.

Menurutnya Pemerintah Kota Gunungsitoli sudah berupaya menyampaikan hal ini melalui rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara namun hingga saat ini masih belum ada realisasi ditinjau ulang.

Dia menambahkan salah satu upaya Pemerintah Kota Gunungsitoli menjawab keluhan masyarakat tersebut dengan mempercepat rehabilitasi Pelabuhan Roro di Gunungsitoli Idanoi.

Ketika Pelabuhan Roro tersebut sudah selesai dan beroperasi diharapkan kapal ASDP dapat melayani penumpang untuk penyeberangan Nias-Sibolga sebaliknya dengan harga tiket lebih murah.***(tr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *