BATAM, SIDIK.CO.ID- Keputusan politik bisa menjadi pemicu konflik dalam hubungan, seperti yang dialami oleh seorang istri di Batam, Kepulauan Riau, berinisial NO (28).

Ia menjadi korban penganiayaan oleh suaminya, AJ (32), hanya karena memiliki pilihan yang berbeda dalam Pemilu serentak 2024 yang berlangsung pada Rabu, 14 Februari lalu.

Peristiwa tragis ini terjadi di Kompleks Pertokoan Cipta Prima, Aviari, Kecamatan Batu Aji, sehari setelah hari pencoblosan (Kamis, 15/02).

AJ, sang suami, meminta agar NO mencoblos paslon nomor urut 1, Anies-Muhaimin. Setelah selesai mencoblos, awalnya tidak ada masalah yang terlihat.

Namun, masalah muncul keesokan harinya, pada Kamis 15 Februari, ketika AJ menanyakan siapa yang dipilih oleh istrinya.

Dengan jujur, NO mengungkapkan bahwa pilihannya adalah capres 02, Prabowo Subianto, dan cawapres Gibran Rakabuming Raka.

AJ yang tersinggung karena berbeda pilihan sebelumnya, meminta agar NO memilih paslon nomor urut 1.

Ketika istrinya menegaskan bahwa pilihannya sesuai dengan hati nurani dan banyak pasangan suami istri yang memiliki pilihan berbeda, AJ tidak bisa menerima perbedaan tersebut.

Dalam keadaan emosional, AJ memukul istrinya dengan meninju kepala bagian belakang sebanyak tiga kali, menyebabkan benjolan di kepala korban.

NO kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Batu Aji untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Muhammad Yudha Firmansyah kepada media mengatakan, kasus tersebut telah ditangani pihaknya dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan.

“Ini keterangan dari korban sudah ada, kami sedang menunggu hasil visum. Jika nanti sudah memenuhi unsur, kami akan menempuh langkah hukum untuk suami korban,” tegasnya***
Editor: toro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *