Penjabat Gubernur Sumatera Utara, Hassanudin, bersama Kepala Kepolisan Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Agung Effendi, pada scara rapat pimpinam Polda Sumatera Utara 2024, di Medan, Rabu (13/3). ANTARA/HO-Humas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara

Medan, Sidik.co.id– Penjabat Gubernur Sumatera Utara, Hassanudin, mengatakan, penguatan sinergisitas bersama pemangku kebijakan terkait hingga peningkatkan kapasitas aparat keamanan merupakan strategi kunci menjaga stabilitas dan kondusivitas di wilayahnya.

“Penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, meningkatkan kapasitas aparat keamanan, memperkuat dialog dengan masyarakat, tokoh dan kelompok sosial serta pengawasan informasi perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas keamanan,” ujar dia, di Medan, Kamis.

Ia menegaskan, strategi tersebut sangat penting dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban selama proses transisi kepemimpinan nasional.

“Mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan. Perlu diperkuat sinerginya, tingkatkan kapasitas aparat keamanan, perkuat dialog dengan masyarakat, dan pengawasan media, kita harus bekerja sama mencegah konflik dan tindakan kriminal yang mengganggu proses demokrasi,” kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, dibutuhkan aparat hukum yang terlatih, profesional dan proporsional sehingga stabilitas dan kondusivitas keamanan dapat selalu terjaga di wilayah ini. “Ini yang dibutuhkan aparat keamanan selama penanganan situasi yang mungkin timbul selama proses demokrasi, baik Pemilu atau kegiatan politik lainnya,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepolisan Daerah Provinsi Sumatera Utara menggelar rapat pimpinan 2024 yang digelar di Mapolda Sumatera Utara, Rabu (13/3).

Kepala Kepolisan Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Agung Effendi, mengatakan, rapat pimpinan polda bertujuan untuk menyinkronkan langkah dan strategi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut dia, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi esensial dalam mendukung proses demokrasi serta percepatan transformasi ekonomi di wilayah ini.

“Stabilitas Kamtibmas adalah kunci dalam mewujudkan proses demokrasi yang sehat,” ujar dia.

Ia menjelaskan rapat pimpinan ini menghasilkan sejumlah rencana aksi strategis yang akan diterapkan oleh Polda beserta jajaran guna meningkatkan kinerja dalam memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Melalui Rapim kali ini saya berharap kita bisa menyamakan persepsi, Polda Sumut siap mendukung pemerintah untuk menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata dia.(ANTARA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *